Ringkasan Tauhid Yang Sederhana dan Mudah Difahami
Tauhid
Tauhid (Arab :توحيد), adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah. Dalam pengamalannya ketauhidan dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa Sifat. Mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik (nanti juga akan sering dibahas) merupakan konsekuensi dari kalimat syahadat yang telah diikrarkan oleh seorang muslim.
Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan rasulullah.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ( imam Hanbali ) rahimahullah mengatakan: Orang yang mau mentadabburi keadaan alam akan mendapati bahwa sumber kebaikan di muka bumi ini adalah bertauhid dan beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala serta taat kepada rasulullah . Sebaliknya semua kejelekan di muka bumi ini; fitnah, musibah, paceklik, dikuasai musuh dan lain-lain penyebabnya adalah menyelisihi rasulullah dan berdakwah (mengajak) kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa.
Orang yang mentadabburi hal ini dengan sebenar-benarnya akan mendapati kenyataan seperti ini baik dalam dirinya maupun di luar dirinya" (Majmu' Fatawa 15/25)
Tauhid adalah suatu perkara yang secara makna artinya mengesakan Allah. Mengesakan Allah adalah mengesakan didalam hak hak Allah dan didalam sifat sifat yang menjadi kekhususan dan milik Allah. Dia lah satu satunya yang menghidupkan , mematikan, memberi rezeki, mengatur alam semesta. Ditangan Allah berada seluruh kebaikan. Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Seluruh makhluk tunduk kepada seluruh aturan Allah. Seluruh urusan adalah milik Allah.
Dan kita wajib mengesakan Allah dalam segala urusan. Barang siapa yang mengalihkan segala sesuatu perkara kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik kepada Allah dan dia telah membatalkan tauhidnya.
Diantara hak atau kekhususan Allah bahwa Allah itu Maha Esa,, diantara namanamanya yang indah , Dialah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang , Dialah yang Maha Suci , Dialah yang Maha Perkasa , Dialah Malik, Pencipta , yang berkuasa atas segala sesuatu.
Allah memiliki nama nama yg mulia, maka berdoalah kepada Allah dengan menyebut nama namayNYA yang mulia.
Berdoalah kepada Ar Rahman, sesungguhya Allah mendengar setiap doa.
Diantara kekhususan Allah adalah mengesakan Allah didalam nama namanya yang Mulia.
Hendaklah seorang mukmin selalu berkata kami beriman kepada Allah dan segala yang datang dari Allah sesuai dengan maksud Allah dan kami beriman kepada Rasulullah dan segala yang datang dari nya sesuai maksud Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.
Orang yang menyamakan sesuatu dengan Allah, maka dia telah membatalkan tauhidnya.
Hak yang paling agung dari hak hak Allah adalah agar manusia beribadah hanya kepada Allah , mengikhlaskan segala amalannya hanya untuk Allah , menyerahkan segala shalatnya , sembelihannya, hidupnya dan matinya hanya untuk Allah.
Ini adalah hak yang dengannya Allah Ta’ala mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitabNya, Allah Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.” QS. An-Nahl [16]: 36
Mengesakan Allah dalam hal ini adalah hak Allah terhadap hambanya.
Seorang tidak boleh berdoa kepada selain Allah , tidak boleh menyembelih kepada selain Allah , tidak boleh meniatkan dan mempersembahkan ibadahnya kepada selain Allah.
Barang siapa yg meninggal dunia dan dia berdoa kepada selain Allah dia pasti masuk neraka.
Hendaklah setiap mukmin melakukan segala amalan dan ketaatannya dipersembahkan hanya untuk Allah Azza wa Jalla.
Ketahuilah ayuhal akhwat wa Ikhwan , semoga Allah meromati kalian : "Tahuid merupakan hak Allah"
Barang siapaa yg telah menunaikan hak Allah ini maka dia menjadi orang yg beruntung dipermukaan bumi ini. 'Akan tetapi siapa yg meyepelekan dan meremahkan tauhid ini maka dia akan rugi dan celaka didunia dan akherat .
Dalam Sebuah Hadist Shahih diriwayatkan :
عَنْ مُعَاذٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ فَقَالَ يَا مُعَاذُ هَلْ تَدْرِي حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ أَفَلَا أُبَشِّرُ بِهِ النَّاسَ قَالَ لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu, beliau berkata:
Dahulu aku pernah dibonceng Nabi shallallahu’alaihi wa sallam di atas keledai yang dinamakan ‘Ufair. Lalu beliau berkata : Wahai Mu’adz, apakah engkau tahu hak Allah atas hamba-hamba-Nya dan hak hamba atas-Nya? Aku berkata: Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Rasul bersabda: Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka beribadah hanya kepada Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Adapun hak hamba atas Allah adalah Dia tidak mengadzab orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Mu’adz berkata: Apakah boleh aku sampaikan kabar gembira ini kepada manusia? Rasul menjawab: Jangan engkau sebarkan, karena manusia akan bersandar kepadanya saja. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini adalah janji allah , dimana Allah tidak akan menyiksa seorang hamba yg tdk berbuat syirik (dan mentauhidkanNya dalam peribadatan.
Tauhid adalah kunci pintu surga. Tidak ada seseorang pun yg dapat membuka pintu surga kecuali ia datang dengan membawa kuncinya yaitu tauhid.
Orang orang kafir tidak akan dibukakan kepada mereka pintu pintu langit,.
Ini menunjukkan bahwa tauhid adalah azas yang sangat agung dan pondasi yang paling kuat dalam islam.
Hal diatas merupakan muqoddimah, untuk menjelaskan posisi tauhid dalam kehidupan, dan kemuliaan tauhid dalam agama islam.
Penjelasan Aqidah ahlussunnah wal jama'ah
Karena tauhid, Allah menciptakan seluruh makhluk, mengutus rasul, semua Rasul yang diutus utk mendakwahkan tauhid , dan mengajak seluruh mahluk utk menyembah hanya kepada Allah Azza wa Jalla.
Tidak ada manfaat dari ketaatan, kecuali ketaatan itu dibangun diatas pondasi tauhid kepada Allah.
Bukankah Allah Ta'alaa berfirman :
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (25) وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ (26) يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ (27)
“ (24)
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,(25). pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Qs. Ibrahim: 24-27)
Tidakkah kalian melihat permisalan kalimat thoyyibah bahwa kalimat tauhid .Bagaikan permisalan akar bagi pohon... Dimana pohon tidak akan berdiri jika tidak ada akar yang kokoh yang menopangnya.
Tauhid adalah agama yg sesuai dgn fitrah .
Allah menjadikan fitrah seluruh hati manusia berdiri diatas tauhid.
Nabi muhammad telah menjelaskan dalam hadist shahih
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُولُا أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ { فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ } الْآيَةَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ كِلَاهُمَا عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً وَلَمْ يَذْكُرْ جَمْعَاءَ
Seorang bayi tak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yg akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi -sebagaimana hewan yg dilahirkan dalam keadaan selamat tanpa cacat. Maka, apakah kalian merasakan adanya cacat?
' Lalu Abu Hurairah berkata; 'Apabila kalian mau, maka bacalah firman Allah yg berbunyi: '…tetaplah atas fitrah Allah yg telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu.
Tidak ada perubahan atas fitrah Allah.' (QS. Ar Ruum (30): 30).
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Alaa Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, & telah menceritakan kepada kami 'Abd bin Humaid; telah mengabarkan kepada kami 'Abdurrazzaq keduanya dari Ma'mar dari Az Zuhri dgn sanad ini & dia berkata; 'Sebagaimana hewan ternak melahirkan anaknya. -tanpa menyebutkan cacat.- [HR. Muslim No.4803].
Manusia diciptakan di atas tauhid , syaithon lah yang menyimpangkan mereka dari tauhid.
Diantara perkara tauhid yg menunjukkan agungnya tauhid bagi setiap perkara manusia , tidaklah bermanfaat amalan manusia, jika tidak dilandaskan diatas tauhid atau berbuat syirik kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.” QS. Adz-Dzariyat [51]: 56
Barangsiapa yang kufur kepada iman (tauhid) sesungguhnya telah hancur amalannya.
Amalan apapun jika tidak berdiri diatas tauhid maka tidak akan diterima oleh Allah , karena salah satu syarat diterimanya amal adalah mengikhlaskan setiap amalan hanya untuk Allah Azza wa Jalla..
Tauhid merupakan hak Allah terhadap seluruh hambanya. Dan barangsiapa yg telah menjalankan hak Allah ini , mereka adalah orang orang yang beruntung di dunia dan akhirat , begitu juga sebaliknya barang siapa yg tidak menjalankan hak Allah ini yaitu tauhid , maka mereka termasuk orrang orang yang merugi di dunia dan akhirat.
Hak Allah terhadap hamba adalah hamba menyembah kepada Allah satu satunya dan tidak berbuat syirik kepada sesuatu apapun , dan hak hamba kepada Allah , Allah tdk akan mengadzab hamba yang tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apapun.
Hamba yg melaksanakan tauhid akan mulia hidupnya di dunia dan akhirat.
Hendaklah setiap hamba menjadikan amalannya dengan mengesakan atau mentauhidkan Allah Azza wa Jalla.
Kehidupan manusia yang sebenarnya adalah kehidupan di atas tauhid.
Manusia yang tidak mengamalkan tauhid layaknya bagaikan mayat mayat yang berjalan di muka bumi.
Barang siapa yg tidak mentauhidkan Allah , maka seluruh perkaranya akan tercerai berai , hatinya akan senantiasa galau. Tidaklah akan sempurna perkara seseorang kecuali dia mengamalkan tauhid dalam kehidupannya.
Ketenangan hidup seseorang adalah ketika dia menjalankan kehidupannya di atas tauhid kepada Allah Azza wa Jalla.
Tauhid adalah agama Allah , yang telah Allah turunkan kepada manusia dengan wahyu wahyuNYA.
Aqidah tauhid tidak tumbuh dipermukaan bumi melainkan dia diturunkan melalui wahyu dari Allah Azza wa Jalla.
Seluruh aqidah yang ada dipermukaan bumi, yang tidak berasal dari wahyu Allah maka tidak akan diterima di sisi Allah Azza wa Jalla.
Akal yg sehat akan membawa manusia kepada tauhid , karena dia tidak akan ridho untuk menjadikan suatu apapun sebagai tandingan kepada Allah , akal yg sehat tidak akan ridho utk berbuat syirik kepada Allah Azza wa Jalla.
Manusia yang menyembah kepada selain Allah akan rusak akalnya.
Hamba tidak akan pernah merasakan keamanan, ketenangan dari seluruh hal yang membuatnya takut , kecuali jika hamba mengamalkan tauhid dalam setiap amalannya,, mengikhlaskan setiap amalannya hanya kepada Allah.
Tauhid adalah makna dari kalimat Laillaha illallaahu.
Kalimat tauhid (لا إله إلا الله ) terdiri dari penafian dan istbat (penetapan).
>Menafikan semua sesembahan selain Allah dan
>Istbat , menetapkan bahwa tiada tuhan yang berhak untuk disembah kecuali hanya Allah saja
*Tauhid memiliki nawaqish (pengurang kesempurnaan) dan
Nawaqidh (Pembatal tauhid).
Nawaqish hanya mengurama kesemperunaan tauhid seseorang adapun nawaqidh bisa membatalkan atau menggugurkan tauhid atau keislaman seseorang
Ada dua rukun, yang pertama adalah: Menafikan seluruh peribatan kepada selain Allah.
Yang kedua , Aqidah tauhid tidak tumbuh dipermukaan bumi melainkan dia diturunkan melalui wahyu dari Allah Azza wa Jalla.
Seluruh aqidah yang ada dipermukaan bumi, yang tidak berasal dari wahyu Allah maka tidak akan diterima di sisi Allah Azza wa Jalla.
Allah berjanji kepada orang yg beriman utk menjadikan mereka pemimpin dimuka bumi , Allah akan menggantikan ketakutannya dengan keamanan, dengan syarat mereka harus beribadah hanya kepada Allah dan tidak berbuat syirik kepada Allah Azza wa Jalla.
Tauhid adalah kebaikan yg paling baik kemulian yang paling utama secara mutlak.
Tidak akan sempurna tauhid sesorang yang tidak menjalankan kedua rukun tersebut secara bersamaan.
Hendaklah kita perhatikan makna kalimat tauhid tersebut saat kita mengucapkannya.
Setiap tahlil yang kita ucapkan setelah shalat, menguatkan makna tauhid kepada Allah.
Hakikat tauhid adalah mengikhlaskan seluruh ketaatan kita hanya kepada Allah meskipun orang orang kafir membencinya.
Ketahuilah hanya untuk Allah agama yang suci , agama yang tidak ternodai oleh kesyirikan.
Hendaknya kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah
Hendaknya kita mengihlaskan segala ibadah kita hanya untuk Allah.
Kita menetapkan hanya Allah satu satunya yang menciptakan alam semesta (tauhid rububiyyah)
Kita menetapkan untuk Allah nama namanya dan sifatsifatNYA yang mulia (tauhid asma was shifat)
Kita mentauhidkan Allah dalam segala ibadah kita (tauhid uluhiyyah)
Hal yang bertolak belakang dari tauhid asma wa shifat , adalah tidak mengakui bahwa Allah memiliki nama nama dan sifat yang khusus hanya milik Allah, Menyamakan Allah dengan makhluk nya.
Yang bertolak belakang dari tauhid uluhiyyah , adalah mempersembahkan ibadahnya kepada selain Allah.
Yang bertolak belakang dari tauhid rububiyyah , adalah meyakini ada sesuatu selain Allah yang bisa memberikan rezeki , mengatur alam semesta.
Suatu hal yg sangat pantas kita lakukan adalah kita harus benar benar serius dengan tauhid kita , kita harus benar benar memperhatikan aplikasi tauhid dalam setiap amalan kita.
Tauhid ar-Rubuubiyah artinya Mengesakan Allah dalam hal penciptaan, pemilikan dan pengaturan. Yaitu meyakini bahwa Allah Maha Esa dan tidak ada dzat lain yang ikut nimbrung membantu Allah dalam hal penciptaan, ia yang menciptakan, menghidupkan dan mematikan, memberi rizki, mengatur segala urusan manusai , penguasaan, dan pengaturan.
Tauhid al-Uluhiyah : Mengesakan Allah dalam peribadatan hamba kepadaNya. Artinya Allah Maha Esa dalam penyembahan, maka tidak ada dzat lain yang boleh untuk ikut serta disembah disamping penyembahan terhadap Allah . Keyakinan bahwa hanya Allah lah illah yang layak untuk disembah. Mentauhidkan Allah dalam masalah ibadah dan ketaatan.
Tauhid al-Asmaa wa as-Sifaat : Mengesakan Allah dalam nama-nama dan sifat-sifatnya. Artinya tidak ada dzat lain yang menyamai sifat-sifat Allah yang maha sempurna.Meyakini bahwa Allah memiliki nama dan sifat yang Allah tetapkan untuk Nya yang sesuai dengan ketinggian dan keagungannya tanpa menolaknya, merubahnya, atau menyerupakan-Nya dengan makhluk-Nya
Barang siapa yang sempurna dalam tauhidnya maka dia akan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kedalam surga tanpa di adzab dan tanpa dihisab
Mereka yang tidak meminta diruqyah , tidak mengobati dengan besi panas (pengobatan kay) , tidak tathoyyur , dan bertawakal kepada Allah , mereka akan dimasukkan kedalam surga tanpa adzab dan hisab
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : « عُرِضَتْ عَلَىَّ الأُمَمُ
، فَجَعَلَ النَّبِىُّ وَالنَّبِيَّانِ يَمُرُّونَ مَعَهُمُ الرَّهْطُ ، وَالنَّبِىُّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ ، حَتَّى رُفِعَ لِى سَوَادٌ عَظِيمٌ ، قُلْتُ : مَا هَذَا ؟ أُمَّتِى هَذِهِ ؟ قِيلَ : هَذَا مُوسَى وَقَوْمُهُ . قِيلَ : انْظُرْ إِلَى الأُفُقِ . فَإِذَا سَوَادٌ يَمْلأُ الأُفُقَ ، ثُمَّ قِيلَ لِى : انْظُرْ هَاهُنَا وَهَاهُنَا فِى آفَاقِ السَّمَاءِ فَإِذَا سَوَادٌ قَدْ مَلأَ الأُفُقَ قِيلَ هَذِهِ أُمَّتُكَ وَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ هَؤُلاَءِ سَبْعُونَ أَلْفاً بِغَيْرِ حِسَابٍ ، ثُمَّ دَخَلَ وَلَمْ يُبَيِّنْ لَهُمْ فَأَفَاضَ الْقَوْمُ وَقَالُوا : نَحْنُ الَّذِينَ آمَنَّا بِاللَّهِ ، وَاتَّبَعْنَا رَسُولَهُ ، فَنَحْنُ هُمْ أَوْ أَوْلاَدُنَا الَّذِينَ وُلِدُوا فِى الإِسْلاَمِ ؟ فَإِنَّا وُلِدْنَا فِى الْجَاهِلِيَّةِ . فَبَلَغَ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَخَرَجَ فَقَالَ : هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ ، وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ ، وَلاَ يَكْتَوُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ » . فَقَالَ عُكَّاشَةُ بْنُ مِحْصَنٍ : أَمِنْهُمْ أَنَا يا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ :« نَعَمْ » . فَقَامَ آخَرُ فَقَالَ : أَمِنْهُمْ أَنَا ؟ قَالَ :« سَبَقَكَ عُكَّاشَةُ » .
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “semua Umat Manusia ditunjukkan kepadaku, lalu ada seorang dan dua orang nabi yang lewat dengan beberapa orang pengikut, dan ada seorang nabi tanpa seorang pun pengikut. Kemudian ditampakkan kepadaku sejumlah besar orang. Aku bertanya, "siapakah ini? Apakah ini umaku?” Maka dikatakan, “Ini adalah Musa dan kaumnya.” Kemudian dikatakan (kepadaku), “Lihatlah ke ufuk (ujung langit)!” Maka tampak sejumlah besar orang yang memenuhi ufuk. Lalu dikatakan kepadaku, “Lihatlah ke sebelah sana dan sebelah situ di beberapa ufuk langit!” Ternyata ada pula sejumlah besar orang yang memenuhi ufuk.
Maka dikatakan (kepadaku), “Ini umatmu, dan dari mereka itu ada 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab.” Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk ke dalam rumah dan tidak menerangkan kepada para sahabat (siapa mereka itu). Maka orang-orang sibuk membicarakan. (Di antara mereka) ada yang berkata, “Kita adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya, maka mungkin mereka itu adalah kita atau anak-anak kita yang lahir di atas Islam, karena kita lahir di atas Jahiliyyah?” Maka sampailah berita itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Beliau pun keluar dan bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah (dijampi-jampi penyakitnya), tidak merasa sial (dengan sesuatu), tidak mengobati luka mereka dengan besi panas dan bertawakkal kepada Tuhan mereka.” Lalu Ukkasyah bin Muhshan berkata, “Apakah aku termasuk mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya.” Lalu ada lagi yang berdiri dan berkata, “Apakah aku juga termasuk mereka?” Beliau menjawab, “Kamu telah didahului oleh Ukkasyah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tauhid memiliki sesuatu yg memusnahakannya atau membatalkannya , dan memiliki sesuatu yg dapat menguranginya.
Syirik, bid'ah dan maksiat , tiga hal ini adalah penghalang penghalang tauhid.
Barang siapa yang dapat menjaga tauhid dari ketiga hal penghalang tauhid ini , merekalah yang akan beruntung di dunia dan akhirat.
Hendaknya kita senantiasa mengikuti sunnah Nabi shallaalaahu 'alaihi wa sallam.
Hendaknya kita menjaga diri dan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga diri dari melakukan perbuatan maksiat dan menjauhi segala sesuatu yg akan menggiring kita melakukan perbuatan maksiat.
Mentauhidkan Allah berarti menetapkan dan meyakini ketinggian nama dan sifat-sifat Allah. Meyakininya dengan benar sesuai dengan yang Allah tetapkan untuk dirinya tanpa menolaknya, merubah maknanya, atau menyerupakan-Nya dengan yang selain-Nya. Allah berfirman:
(هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ * هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ * هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ)
"Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
[Surat Al-Hashr 22 - 24]
Allah juga berfirman:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat" [Surat Ash-Shura 11]
Pembatal dan penghapus tauhid ada 3 perkara:
Sirik besar, nifak besar dan kufur besar.
1. Sirik besar adalah menyamakan selain Allah sama dengan Allah didalam perkara perkara yang merupakan kekhususan Allah.
Syirik adalah kedzhaliman yang paling besar. Allah berfirman:
(وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ)
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar" (QS. Luqman: 13)
2. Nifak besar adalah
Yaitu orang yang menampakkan keimanan dalam dzhahirnya namun menyembunyikan kekufuran dalam hatinya. Allah berfirman:
(إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا)
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka." (QS. An-Nisa: 145)
Mereka adalah orang yang menampilkan keimanan disisi kaum muslimin tapi menyembunyikan kekufuran. Allah berfirman:
(ِ إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ)
"
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya ; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta." (QS. Al-Munafiqun: 1)
3. Kufur besar
Mendustakan Allah , mendustakan seluruh yg datang kepada kita dari Allah , dan dari rasulullah.
Allah berfirman:
(وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ)
"
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?" [Surat Al-Ankaboot 68]
Sombong kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala , seperti iblis yang tidak mau mengikuti perintah Allah karena kesombongannya tatkala Allah memerintahkannya untuk sujud kepada Adam karena menganggap dia lebih mulia dari Adam
Ragu terhadap yang Allah turunkan kepada kita termasuk kufur akbar.
Adapun kesyirikan, kemunafikan dan kekufuran kecil adalah hal hal yang mengurangi tauhid.
Syirik kecil adalah perbuatan syirik yang tidak sampai kepada definisi syirik besar, contoh bersumpah dengan nama selain Allah, perkataan MasyaAllahu wa Syi'ta (atas kehendak Allah dan kamu) , atau perkataan "kalau bukan karena para dokter fulan kita tidak akan sembuh dari penyakit."
Kemunafikan kecil adalah sesuatu kekufuran yang belum sampai pada definisi kufur besar diantaranya adalah , bangga dengan nasab,, dan menghujat orang lain dengan nasabnya.
Ciri orang munafik ada 3, : jika dia berkata maka dia berdusta,, jika dia berjanji maka dia ingkar dan jika dia diberi amanah maka dia khianat
Al Quran menerangkan penjelasan yg menegaskan akan tauhid. Allah turunkan kitabnya sebagai hujjah Allah kepada hambanya.
Tauhid adalah sesuatu yang sangat besar yang ditegaskan oleh Allah didalam al Qur'an.
Tauhid Adalah kunci surga. Allah berfirman:
(إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ)
"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.
Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan" (QS. Al-A'raf: 40)
Ayat kursi adalah ayat yang paling agung karena didalamnya terdapat makna tauhid.
Surat al Ikhlash merupakan surat yang paling utama, karena didalamnya menerangkan tentang tauhid,,
begitu juga surat al Baqarah dan al Fatihah adalah surat2 yang utama yang ada dalam al Quran karena juga menjelaskan tentang tauhid.
Seluruh Nabi berada dalam satu agama yaitu tauhid.
Seperti firman Allah
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١)الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (QS Al-Baqoroh : 21-22)
Tauhid adalah yang didakwahkan oleh seluruh Nabi dan Rasul yang di utus oleh Allah.
Tauhid adalah intisari dari kitab kitab yang Allah turunkan.
Hendaknya perhatian kita kepada tauhid melebihi perhatian kita kepada perkara lain yang kita lakukan di dalam kehidupan kita.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memperbaiki agama kita , memperbaiki dunia kita , dan menjadikan hidup kita adalah kehidupan yang dapat menambah kebaikan.
Syari'at tidak ingin tauhid dipisah-pisahkan, bahkan ingin agar tauhid merupakan seusatu yang satu kesatuan. Hanya saja timbul penyimpangan dari kaum musyrikin yang memecah dan membagi tauhid, dimana mereka beriman kepada sebagian makna tauhid dan mengingkari sebagian yang lain. Maka datanglah syari'at untuk meluruskan mereka sehingga menjelaskan dengan cara membagi antara keimanan mereka yang benar (tauhid ar-rububiyah) dan keimanan mereka yang salah dalam tauhid (yaitu tauhid al-uluhiyah).
Sehingga sering kita dapati bahwasanya Al-Qur'an berhujjah dengan keimanan mereka terhadap tauhid ar-rububiyah agar mereka meluruskan tauhid mereka yang salah dalam tauhid al-uluhiyah.
Seperti firman
Allah
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١)الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."
(QS Al-Baqoroh : 21-22)
Dalam ayat ini Allah berhujjah dengan pengakuan kaum musyrikin dan keimanan mereka terhadap Rububiyah Allah agar mereka juga mentauhidkan Allah dalam uluhiyah/peribadatan
Pembagian tauhid adalah perkara ijtihadiyah, tergantung cara seorang mujtahid dalam meng "istiqroo' dalil-dalil, sehingga berkesimpulan bahwa tauhid terbagi menjadi berapa?.
Karenanya kita dapati :
- Sebagian ulama membagi tauhid menjadi dua saja, yaitu
:تَوْحِيْدُ الْمَعْرِفَةِ وَالْإِثْبَاتِ dan تَوْحِيْدُ الطَّلَبِ وَالْقَصْدِ.
-
Ada juga yang membagi dua dengan ibarat yang lain, yaitu
: التَّوْحِيْدُ الْعِلْمِيِّ الْخَبَرِيِّ dan التَّوْحِيْدِ الطَّلَبِيِّ الإِرَادِيِّ
-
Ada juga yang mengungkapkan dengan ibarat yang lain, yaitu
: تَوْحِيْدُ الإِعْتِقَادِ dan تَوْحِيْدُ الْعَمَلِ
-
Kita dapati juga ada sebagian orang yang membagi tauhid menjadi 4, seperti Ibnu Mandah yang membagi tauhid menjadi :
Tauhid Al-Uluhiyah
Tauhid Ar-Tububiyah
Tauhid al-Asmaa', dan
Tauhid As-Sifaat.
- Demikian juga ada yang membagi tauhid menjadi empat dengan menambahkan tauhid yang ke (4) Tauhid Al-Haakimiyah.
Yang menjadi permasalahan bukanlah pembagian, akan tetapi content/isi dan kandungan dari pembagian tersebut, apakah benar menurut syari'at atau tidak??!!
Inilah yang menjadi permasalahan, bukan masalah pembagian tauhid menjadi dua atau tiga atau empat, atau lebih dari itu.
Pembagian tauhid adalah perkara ijtihadiah, tergantung cara seorang mujtahid dalam meng "istiqroo' dalil-dalil, sehingga berkesimpulan bahwa tauhid terbagi menjadi berapa?.
Wallahu a'lam bish-showab
Bumi Allah 'Abdurrahman al-Pariamany . Minggu , 27 September 2015 M / Ahad 13 Dzulhijjah 1436 H .
_________________________________
Bingung mencari tempat untuk Umroh dan Haji khusus sesuai sunnah ?
Umroh & Haji Khusus Andalas Cinta Sunnah
No Izin Haji D/57/2015 dan Izin Umroh no.D/127/2015
Pembimbing :
1.Ust. Abu Zubair Al Hawary Lc
2.Ust. Ahmad Daniel Lc
3.Ust. Haris Abu Naufal
4.Ust. Abu Salma Rifaindry Nasir Lc
_________________________________
Bingung mencari tempat untuk Umroh dan Haji khusus sesuai sunnah ?
Umroh & Haji Khusus Andalas Cinta Sunnah
No Izin Haji D/57/2015 dan Izin Umroh no.D/127/2015
Pembimbing :
1.Ust. Abu Zubair Al Hawary Lc
2.Ust. Ahmad Daniel Lc
3.Ust. Haris Abu Naufal
4.Ust. Abu Salma Rifaindry Nasir Lc
Kantor cabang tersebar dari ACEH-SUMUT-SUMBAF-JAMBI-RIAU-LAMPUNG-KEPRI & PULAU JAWA-LOMBOK-SULAWESI
Informasi Selengkapnya
Contact Person:
Vicky Mardyansyah, HP/WA : 082210202727
Pin 7C01E265
REGULAR, fasilitas HOTEL bintang 4 di Mekah dan bintang 4 di Medinah :
▶ MADINAH : Andalus Khair (bintang 4)
▶ MAKKAH : Rayyana Ajyad (bintang 4)
Harga :
▶ Quad :USD 1.900
▶ Triple : USD 2.050
▶ Double : USD 2.250
VIP, fasilitas HOTEL bintang 5,
▶ MADINAH : Grand Mercure
▶ MAKKAH : Al Safwah
Harga :
▶ Quad :USD 2.400
▶ Triple : USD 2.550
▶ Double : USD 2.750
Harga sudah termasuk
▶ Perlengkapan (koper, baju seragam, sabuk& kain Ihram/kerudung, tas kecil)
▶ Ticket Pesawat PP
▶ Visa,
▶ 3x makan/hari menu Indonesia
▶ City tour
▶ Bus AC
▶ Air zamzam 5 liter
▶ Manasik
▶ Handling bandara
Harga tidak termasuk :
▶ Passport
▶ Suntik Meningitis
▶ Extra Baggage
▶ Keperluan Pribadi (laundry, telp, dll)
Rencana perjalanan;
D1 ; JKT ~ Madinah
D 2 : Madinah - Mesjid + Kajian
D 3 : Madinah - Mesjid + Tour
D 4 : Madinah ~ Makah (Umroh)
D 5 : Makah - Mesjid + Kajian
D 6 : Makah - Mesjid + Tour
D 7 : Makah - Mesjid + Kajian
D 8 : Makah~Jeddah
D 9 : Jeddah ~Jkt
Jazakumullahu khairan katsiran.
Informasi Selengkapnya
Contact Person:
Vicky Mardyansyah, HP/WA : 082210202727
Pin 7C01E265
REGULAR, fasilitas HOTEL bintang 4 di Mekah dan bintang 4 di Medinah :
▶ MADINAH : Andalus Khair (bintang 4)
▶ MAKKAH : Rayyana Ajyad (bintang 4)
Harga :
▶ Quad :USD 1.900
▶ Triple : USD 2.050
▶ Double : USD 2.250
VIP, fasilitas HOTEL bintang 5,
▶ MADINAH : Grand Mercure
▶ MAKKAH : Al Safwah
Harga :
▶ Quad :USD 2.400
▶ Triple : USD 2.550
▶ Double : USD 2.750
Harga sudah termasuk
▶ Perlengkapan (koper, baju seragam, sabuk& kain Ihram/kerudung, tas kecil)
▶ Ticket Pesawat PP
▶ Visa,
▶ 3x makan/hari menu Indonesia
▶ City tour
▶ Bus AC
▶ Air zamzam 5 liter
▶ Manasik
▶ Handling bandara
Harga tidak termasuk :
▶ Passport
▶ Suntik Meningitis
▶ Extra Baggage
▶ Keperluan Pribadi (laundry, telp, dll)
Rencana perjalanan;
D1 ; JKT ~ Madinah
D 2 : Madinah - Mesjid + Kajian
D 3 : Madinah - Mesjid + Tour
D 4 : Madinah ~ Makah (Umroh)
D 5 : Makah - Mesjid + Kajian
D 6 : Makah - Mesjid + Tour
D 7 : Makah - Mesjid + Kajian
D 8 : Makah~Jeddah
D 9 : Jeddah ~Jkt
Jazakumullahu khairan katsiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar