Senin, 15 Februari 2016

DIANTARA DOA TERINDAH KAUM SYI'AH !!!

DIANTARA DOA TERINDAH KAUM SYI'AH !!!

Kaum Syi'ah adalah kaum yang hobinya mengkafirkan dan melaknat para sahabat. Diantara doa yang mereka agungkan adalah doa untuk melaknat Abu Bakar dan Umar bin Al-Khottob serta kedua putri mereka Aisyah dan Hafsoh radhiallahu 'anhum.
Doa agung tersebut dikenal dengan doa صَنَمَيْ قُرَيْشٍ "Sonamay Quraisy" yang artinya dua berhala kaum Quraisy, yang mereka maksud adalah Abu Bakar dan Umar.
Mereka mendakwahkan bahwa doa ini adalah doa yang dibaca oleh Ali bin Abi Tholib radhiallahu 'anhu dalam qunutnya, akan tetapi tentunya ini adalah kedustaan karena tidak diriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Ali. Dan sesungguhnya merekapun mengakui akan hal ini (bahwasanya tidak ada sanad yang shahih tentang doa ini dari Ali).
Dalam salah satu website mereka yaitu Syi'ah Iraq (http://iraqshia.net), mereka berkata (seraya membongkar kedustaan taqiyyah mereka):
 "Tatkala ahlus sunnah mempermasalahkan kita tentang adanya doa shonamay Quraisy dalam kitab-kitab kita, dan karena demi mengambil hati mereka maka kita berkata, "Sesungguhnya doa ini tidak mu'tabar (tidak diakui) di sisi kami". Bahkan tatkala sebagian ulama kita ketika ditanya tentang sejauh mana kevalidan doa ini maka mereka menjawab, "Sanad doa ini tidaklah shahih". Semua jawaban ini hanyalah demi persatuan saja. Adapun hakekatnya bahwasanya doa ini adalah doa yang sangat agung, dan keabsahan/kevalidan doa ini tidak dipersyaratkan keshahihan sanadnya. Kita memiliki kaidah bahwasanya doa ini telah diamalkan oleh para ulama kita dan telah masyhur. Selain itu kitab-kitab Syi'ah yang menjadi pegangan/diakui telah menukil doa ini, demikian pula kitab-kitab yang ditulis untuk menjelaskannya. Ini sudah cukup menunjukkan akan absahnya/validnya doa ini. Berikut ini saya akan membawakan untuk kalian kitab-kitab yang menyebutkan doa yang mulia ini…"
(Demikian perkataan kaum syi'ah sebagaimana bisa dibaca di http://iraqshia.net/vb/showthread.php?t=70848), setelah itu merekapun menyebut kitab-kitab pegangan mereka yang menyebutkan tentang doa ini, seperti kitab Bihaarul Anwaar (jilid 85 hal 340) karya Al-Majlisi,  Silahkan juga membaca di situs mereka : http://www.3shak-alzahra.com/vb/showthread.php?t=21209)
Sangat jelas dalam kitab-kitab literatul Syi'ah bahwasanya yang dimaksud dengan dua berhala Quraisy adalah Abu Bakar dan Umar bin Al-Khottoob radiallahu 'anhumaa. Silahkan baca juga http://www.gensyiah.com/lata-dan-uzza-adalah-dua-berhala-quraisy-mereka-adalah-abu-bakar-dan-umar.html)



Keutamaan Doa Ini Menurut Ulama Syi'ah :

Imam Mahdi Versi Syiah 3 ( Hakekat Imam Mahdi versi Syi'ah )

Hakekat Imam Mahdi versi Syi'ah


Sesungguhnya Imam Mahdi Syi'ah adalah Imam yang sangat ganas dan haus darah ahlus sunnah. Berikut ini ciri-ciri imam Mahdi versi Syi'ah sebagaimana termaktub dalam kitab-kitab mereka :



Pertama : Imam Mahdi diutus sebagai pembawa kesengsaraan.
Abdurrahim Al-Qoshiir berkata : Abu Ja'far 'alaihis salam berkata kepadaku : "Adapun jika telah datang al-Qooim (Al-Mahdi) maka Al-Humairoo' (Aisyah radhiallahu 'anhaa-pen) akan dikembalikan (dihidupkan kembali) agar dicambuk dengan hukum had oleh Al-Mahdi, sebagai bentuk balas dendam demi putri Muhammad Fathimah 'alaihas salaam"

Aku berkata : Kenapa Al-Mahdi mencambuknya dengan hukum had?". Abu Ja'far berkata : "Karena ia telah berdusta tentang Ibu Ibrahim shallallahu 'alaihi". Aku berkata : "Kenapa Allah mengakhirkan hukumannya untuk Al-Qoim (al-Mahdi)?". Abu Ja'far berkata : "Sesungguhnya Allah tabaaroka wa ta'aala mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sebagai rahmat, dan Allah mengutus al-Qooim (Al-Mahdi) sebagai kesengsaraan/penderitaan" (Bihaarul Anwaar 52/114-115)

Adapun Imam Mahdi Ahlus Sunnah diutus membawa rahmat dan kasih sayang sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diutus sebagai rahmat untuk alam semesta.



Kedua : Imam Mahdi diutus untuk menegakkan hukum had bagi Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu 'anhaa, sebagaimana jelas dalam riwayat di atas. Dan ini sungguh merupakan kekonyolan kaum Syi'ah, jika memang Aisyah telah melakukan kesalahan,

Imam Mahdi Versi Syiah 2 (Imam Mahdinya Syi'ah Ketakutan, Sehingga Sembunyi Semenjak 1200 Tahun Lalu [Padahal Sang Imam Sangat Sakti?])

Imam Mahdinya Syi'ah Ketakutan, Sehingga Sembunyi Semenjak 1200 Tahun Lalu (Padahal Sang Imam Sangat Sakti?)


Merupakan perkara yang sangat konyol dalam aqidah syi'ah adalah keyakinan mereka bahwa imam mereka yang terakhir (imam yang ke dua belas, dan dialah al-imam al-Mahdi yang dinanti-nanti kaum syi'ah kemunculannya), telah menghilang bersembunyi di Sirdab sejak sekitar 1200 tahun yang lalu (yaitu tatkala sang imam masih kecil (belum baligh/dewasa)), hingga saat ini belum muncul-muncul juga. Sungguh tidak ada khurofat yang lebih banyol dan lucu dari khurofat syi'ah ini. Akan tetapi kaum syi'ah tetap ngeyel mempercayai ini, karena bagi mereka mempercayai akan "hilangnya" imam terakhir mereka ini merupakan dasar iman yang kokoh. Mereka meyakini bahwa ini semua adalah ujian dari Allah, sebagaimana termaktub dalam kitab Ushuul Al-Kaafi
Dari Zuroroh berkata :Aku mendengar Abu Abdillah (Ja'far As-Shadiq) 'alaihis salaam berkata : "Sesungguhnya sang gulam (imam mahdi-pen) akan menghilang sebelum ia muncul". Aku berkata, "Kenapa?", Abu Abdillah berkata : "Dia takut" –sambil memberi isyarat kepada perutnya (yaitu ia takut dibunuh)-. Lalu Abu Abdillah berkata, "Wahai Zuroroh, dan dialah al-Muntadzor (Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu kemunculannya-pen), dan dialah yang diragukan tentang kelahirannya. Diantara mereka ada yang berkata ayahnya telah meninggal tanpa memiliki keturunan, dan diantara mereka ada yang berkata ayahnya meninggal dalam kondisi ia masih janin, dan diantara mereka ada yang berkata ia dilahirkan dua tahun sebelum wafat ayahnya, dan dialah al-muntadzor (yang dinantikan kemunculannya). Hanya saja Allah Azza wa Jalla suka untuk menguji syi'ah, dan tatkala itu ragulah orang-orang yang diatas kebatilan"  (Ushuul Al-Kaafi 1/396)

Inilah rahasianya kenapa kaum syi'ah bersikeras mempercayai dan mengimani khurofat ini, karena ini berkaitan dengan aqidah mereka yang paling mendasar dan paling pokok, yaitu adanya imam ke dua belas, imam terakhir mereka, imam mahdinya mereka, yang akan muncul menghancurkan untuk membantai dan membumi hanguskan ahlus sunnah wal jamaa'ah. Jika  mereka tidak percaya terhadap khurofat ini, maka akan gugurlah agama syi'ah imaamiyah mereka !!!!

         

Imam Mahdi versi Syiah 1 ( Para Imam Syi'ah Bisa Jadi Pilot Pesawat dan Masinis Kereta)

Para Imam Syi'ah Bisa Jadi Pilot Pesawat dan Masinis Kereta


Telah lalu penegasan Al-Majlisi dalam kitabnya Bihaarul Anwaar :
أقول : أما كونهم عالمين باللغات فالاخبار فيه قريبة من حد التواتر وبانضمام الاخبار العامة لايبقى فيه مجال شك ، وأما علمهم بالصناعات فعمومات الاخبار المستفيضة دالة عليه ، حيث ورد فيها أن الحجة لا يكون جاهلا في شئ يقول : لا أدري ، مع ماورد أن عندهم علم ما كان وما يكون وأن علوم جميع الانبياء وصل إليهم ، مع أن أكثر الصناعات منسوبة إلى الانبياء عليهم السلام ، وقد فسر تعليم الاسماء لادم عليه السلام بما يشمل جميع الصناعات .
"Adapun kondisi para imam yang mengetahui bahasa-bahasa maka riwayat-riwayat tentang hal itu hampir mendekati mutawatir, ditambah dengan riwayat-riwayat umum yang tidak menyisakan lagi keraguan akan hal ini. Adapun ilmu mereka tentang keahlian-keahlian (keduniaan), maka keumuman riwayat yang banyak menunjukkan akan hal itu, karena telah datang dalam riwayat bahwasanya al-hujjah (imam) tidak boleh bodoh dalam sesuatu apapun yang ia berkata : "Aku tidak tahu", disertai bahwasanya para imam mengetahui ilmu yang lalu, ilmu masa depan, dan bahwasanya ilmu seluruh para nabi telah sampai kepada para imam. Padahal mayoritas keahlian-keahlian dinisbahkan kepada para nabi 'alaihim as-salaam, dan telah ditafsirkan pengajaran nama-nama kepada Adam 'alaihis salaam mencakup seluruh keahilian-keahlian" (Bihaarul Anwaar 26/193)
Al-Majlisi telah menyebutkan dalil-dalil yang menunjukkan bahwa para imam syi'ah mengetahui seluruh keahlian dunia. Diantara dalil-dalil tersebut :

Pertama : Para imam syi'ah jika ditanya tidak boleh mengatakan "Saya tidak tahu" !!!

Minggu, 07 Februari 2016

Pertanyaan Dalam Kubur Versi Syi'ah

Pertanyaan Dalam Kubur Versi Syi'ah

Dalam forum Syi'ah (yahosein.com) terdapat pertanyaan yang diajukan kepada Ayatusy-SYAITHAN Husain Asy-Syahrudi dan jawaban darinya sbb :
العضو السائل : عاشق الحسين

السؤال :
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بداية نرحب بسماحة آية الله السيد حسين الشاهرودي ، وجزاكم الله خيرا لما تبذلون من جهد للإجابة على أسئلتنا
وثانيا نشكر إدارة الموقع الكريمة والمشرفين الكرام على هذه الإستضافة.
وثالثا سؤالي عن منكر ونكير وأسئلة القبر والأئمة عليهم السلام فقد وجه لي هذا السؤال
س : من المعروف انه عندما يتوفى الإنسان، وينزل إلى القبر، يأتي منكر ونكير ويسأل الإنسان الأسئلة المعروفة (من ربك؟ وما دينك؟ ومن نبيك؟ و.......) والتي جوابها يكون شهادة أهل الإيمان (الله ربي، والإسلام ديني، ومحمد (ص) نبيي و......).
فهل عندما يتوفى الإمام المعصوم عليه السلام ، وينزل إلى قبره، يأتيه منكر ونكير ويسألانه عن هذه الشهادة؟ وان كانا يسألانه فهل يقول مثلا انه الإمام المفروض الطاعة؟
وجزاكم الله خيراً والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Penanya : Asyiq Al-Husain
Pertanyaan : Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pertama-tama, kami mengucapkan selamat datang kepada Sammaahah Ayatullah As-Sayyid Husain Asy-Syahrudi. Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan untuk apa yang telah anda usahakan dari menjawab pertanya-pertanyaan kami. Kedua, kami bersyukur akan pengelolaan situs (forum) ini juga para musyrif yang mulia. Ketiga, pertanyaan saya adalah mengenai Malaikat Munkar dan Nakir, pertanyaan kubur, dan para Imam 'Alaihim As-Salaam. Dari yang telah diketahui bahwa ketika seseorang telah meninggal dan dimasukkan ke dalam kubur, akan datang Malaikat Munkar dan Nakir lalu menanyakannya dengan pertanyaan sebagaimana yang telah diketahui "Siapakah Tuhanmu? Apa Agamamu? Dan Siapakah Nabimu?". Dan jawaban Ahlul Iman adalah "Allah Tuhanku, Islam Agamaku, Dan Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam adalah Nabiku". Maka apakah ketika Imam Ma'shum wafat dan dimasukkan ke dalam kuburnya, akankah datang kepadanya Malaikat Munkar dan Nakir dan menanyakan kepadanya mengenai Syahadat ini? Dan jika memang ditanyakan, apakah Imam Ma'shum akan menjawab misalnya bahwa dia adalah Imam yang wajib di-ta'ati? Wa Jazakumullahu Khayran, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Al Qur'an Menurut Pandangan Syi'ah

Aqidah Syi'ah Tentang Al Qur'an

Perlu pembaca ketahui bahwasanya Al-Qur`an yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai kitab suci dan referensi terbesar umat Islam merupakan kitab suci terakhir yang telah Allah jamin kemurniannya dari berbagai macam usaha pengubahan dan penyelewengan. Allah berfirman yang artinya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Al-Hijr:9)
Bahkan Allah telah menegaskan dalam firman-Nya yang artinya: "Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain." (Al-Israa':88)
Dan juga firman-Nya yang artinya: "Atau (patutkah) mereka mengatakan: "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kalian katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kalian panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar." (Yuunus:38)
Namun orang-orang Syi’ah Rafidhah dengan beraninya menyatakan bahwa Al-Qur'an yang ada di tangan kaum muslimin ini telah mengalami perubahan dari yang semestinya. Di dalam kitab Ushul Al-Kaafi (yang kedudukannya di sisi mereka seperti Shahih Al-Bukhari di sisi kaum muslimin), karya Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini (2/634), dari Abu Abdillah (Ja'far Ash-Shadiq), ia berkata: "Sesungguhnya Al-Qur'an yang dibawa Jibril kepada Muhammad ada 17.000 ayat." Kalau demikian 2/3 dari Al-Qur'an telah hilang karena jumlah ayat di dalam Al-Qur'an di sisi kaum muslimin tidak lebih dari 6666 ayat !!!

KHALIFAH YANG SAH SETELAH RASULULLAH

Isyarat Rasulullah Kepada Abu Bakar Sebagai Khalifah

Pada edisi kali ini, akan kami sajikan adanya isyarat dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tentang penunjukan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu 'anhu sebagai khalifah sepeninggal beliau shalallahu 'alaihi wasallam. Hal ini merupakan bukti dan penguat akan keabsahan beliau sebagai khalifah sebagaimana telah kami sebutkan pada edisi 36. Isyarat ini sekaligus meruntuhkan syubhat dan kesesatan yang dilontarkan oleh Syi'ah Rafidhah yang meragukan keabsahan kekhalifahan beliau.
Para ulama telah berbeda pendapat tentang bagaimana pengangkatan Abu Bakar ash-Shidiq sebagai khalifah. Apakah pengangkatan tersebut ditentukan dengan nash secara langsung dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam atau dilakukan dengan musyawarah antara kaum muslimin. Sebagian ulama berpendapat bahwa pengangkatan beliau sebagai khalifah ada lah hasil dari musyawarah dari kaum muslimin ketika itu.
Sedangkan Hasan al-Bashri dan sebagian para ulama dari kalangan ahlul hadits berpendapat bahwa terpilihnya Abu Bakar sebagai khalifah adalah dengan nash yang samar dan isyarat dari rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. (Lihat Syarh Aqidah ath-Thahawiyah, hal. 471)
Dalil-dalil yang menunjukkan akan adanya isyarat secara tidak langsung (bukan wasiat) dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam yang mengisyaratkan bahwa Abu Bakarlah yang lebih pantas menjadi khalifah sangat banyak. Isyarat-isyarat tersebut adalah sebagai berikut: