Senin, 28 Desember 2015

Cadar Menurut 4 Imam Madzhab

Hukum Memakai Cadar dalam Pandangan 4 Madzhab.
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Wanita bercadar seringkali diidentikkan dengan orang arab atau timur-tengah. Padahal memakai cadar atau menutup wajah bagi wanita adalah ajaran Islam yang didasari dalil-dalil Al Qur’an, hadits-hadits shahih serta penerapan para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam serta para ulama yang mengikuti mereka. Sehingga tidak benar anggapan bahwa hal tersebut merupakan sekedar budaya timur-tengah.
Berikut ini sengaja kami bawakan pendapat-pendapat para ulama madzhab, tanpa menyebutkan pendalilan mereka, untuk membuktikan bahwa pembahasan ini tertera dan dibahas secara gamblang dalam kitab-kitab fiqih 4 madzhab. Lebih lagi, ulama 4 madzhab semuanya menganjurkan wanita muslimah untuk memakai cadar, bahkan sebagiannya sampai kepada anjuran wajib. Beberapa penukilan yang disebutkan di sini hanya secuil saja, karena masih banyak lagi penjelasan-penjelasan serupa dari para ulama madzhab.

Minggu, 20 Desember 2015

Kenapa Tuhan kita(ISLAM) dinamai ALLAH ?

Kenapa Tuhan kita dinamai ALLAH ? Coba lihat tulisan Arabnya :

 الله

 ا ل ل ه

Asalnya ال - اله

 اله =

Tuhan yg disembah. Bentuk "nakirah". Jika bentuk "nakirah" (indefinitif) mau dijadikan bentuk "ma'rifah" (definitif) maka ditambah ال

Jadi : الاله
Orang Arab menghilangkan huruf alif ditengah utk memudahkan sehingga menjadi الله

Itu bagi yg berpendapat الله itu isim musytaq (bisa diurai asal katanya, bentuk jadian). Bagi yg berpendapat nama الله adalah isim jamid (bukan kata jadian) maka Dia yg memperkenalkan diri Nya dengan nama itu.

Lihat Thaha ayat 14

Allah memperkenalkan diri-Nya dengan menyebut "Aku adalah الله"

Senin, 30 November 2015

UNTUK MENGKAFIRKAN MAYORITAS/SEBAGIAN BESAR SAHABAT RASULULLAH MAKA PARA ROFIDHOH MENDATANGKAN HADITH-HADITH DIBAWAH IN

UNTUK MENGKAFIRKAN MAYORITAS/SEBAGIAN BESAR SAHABAT RASULULLAH MAKA PARA ROFIDHOH MENDATANGKAN HADITH-HADITH DIBAWAH IN


Dari Abu Hurairah, sesungguhnya beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :


صحيح البخاري – (ج 20 / ص 248)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَرِدُ عَلَيَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَهْطٌ مِنْ أَصْحَابِي فَيُحَلَّئُونَ عَنْ الْحَوْضِ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أَصْحَابِي فَيَقُولُ إِنَّكَ لَا عِلْمَ لَكَ بِمَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ إِنَّهُمْ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ الْقَهْقَرَى

Akan (datang) di hadapanku kelak sekelompok sahabatku, tapi kemudian mereka dihalau. Aku bertanya, wahai Tuhanku, mereka adalah sahabat-sahabatku. Lalu dikatakan: ‘Kamu tidak mengetahui apa yang mereka perbuat sepeninggalmu. Sesungguhnya mereka murtad dan berpaling (dari agama )

Dari Abu Hurairah, dari Nabi :

صحيح البخاري – (ج 20 / ص 250)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا أَنَا قَائِمٌ إِذَا زُمْرَةٌ حَتَّى إِذَا عَرَفْتُهُمْ خَرَجَ رَجُلٌ مِنْ بَيْنِي وَبَيْنِهِمْ فَقَالَ هَلُمَّ فَقُلْتُ أَيْنَ قَالَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهِ قُلْتُ وَمَا شَأْنُهُمْ قَالَ إِنَّهُمْ ارْتَدُّوا بَعْدَكَ عَلَى أَدْبَارِهِمْ الْقَهْقَرَى ثُمَّ إِذَا زُمْرَةٌ حَتَّى إِذَا عَرَفْتُهُمْ خَرَجَ رَجُلٌ مِنْ بَيْنِي وَبَيْنِهِمْ فَقَالَ هَلُمَّ قُلْتُ أَيْنَ قَالَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهِ قُلْتُ مَا شَأْنُهُمْ قَالَ إِنَّهُمْ ارْتَدُّوا بَعْدَكَ عَلَى أَدْبَارِهِمْ الْقَهْقَرَى فَلَا أُرَاهُ يَخْلُصُ مِنْهُمْ إِلَّا مِثْلُ هَمَلِ النَّعَمِ


Ketika aku sedang berdiri, terlihat olehku sekelompok orang. Setelah aku kenali mereka, ada seorang di antara mereka keluar dan mengajak kawan-kawannya, ‘Ayo, mari’ Aku bertanya, ke mana? ia menjawab, ‘ke neraka,’ Lalu aku bertanya lagi, mengapa nasib mereka sampai demikian? Kemudian dijawab: ‘Sesungguhnya mereka telah murtad sejak kau tinggalkan dan berbalik ke belakang (kepada kekafiran). Kemudian terlihat sekelompok lain lagi. Ketika aku kenali mereka, ada seorang di antara mereka keluar dan menyeru kawan-kawannya: ‘Ayo, mari’ Aku bertanya, ke mana? Ia menjawab: ‘Ke neraka’ Lalu aku bertanya lagi, mengapa mereka? dijawab: ‘Sesungguhnya mereka telah murtad sepeninggalmu dan kembali ke belakang. Kulihat tidak ada yang selamat dan lolos kecuali beberapa orang saja yang jumlahnya cukup sedikit, seperti jumlah onta yang tersesat dari rombongannya”.
Dari Abi Bakroh, Sesungguhnya Rasulullah bersabda :

SYI'IR(SYAIR) IMAM SYAFI'I YANG DISALAH GUNAKAN RAFIDHAH

Ini syi’ir Imam Syafi’i yg sering di Mutilasi oleh Para Mahluk Rofidhoh untuk menipu dan menjebak orang awwam untuk masuk agama Syi’ah :
“Apabila sebutan Rofidhoh itu dipruntukkan bagi pecinta keluarga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ,, maka saksikanlah wahai Jin dan Manusia bahwa sesungguhnya Aku adalah Rofidhoh.”
lihat disini :
 http://www.facebook.com/groups/108661519162357… 1476762_10201216862329647_2027166840_n

Namun bagaimana duduk perkara dan bunyi lengkap serta kelanjutan bait-bait Syair beliau ini? mari kita liat :

الصواعق المحرقة على أهل الرفض والضلال والزندقة – (ج 2 / ص 388) إن كان رفضا حب آل …محمد … فليشهد الثقلان إني رافضي قال البيهقي وإنما قال الشافعي في ذلك حين نسبه الخوارج إلى الرفض حسدا وبغيا

Imam Syafi’i dalam salah satu bait syairnya berkata :
“Apabila sebutan Rofidhoh itu dipruntukkan bagi pecinta keluarga Muhammad shallalahu 'alaihi wa sallam ,, maka saksikanlah wahai Jin dan Manusia bahwa sesungguhnya Aku adalah Rofidhoh.”

Imam Al Baihaqi berkata :

MENJAWAB SYUBHAT SYI'AH TENTANG MUT'AH

MENJAWAB SYUBHAT SYI'AH TENTANG MUT'AH

Allah berfirman :
فَمَا اسْتَمْتَعْتُم بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَ‌هُنَّ فَرِ‌يضَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَ‌اضَيْتُم بِهِ مِن بَعْدِ الْفَرِ‌يضَةِ .
Menurut syi’ah ayat ini adalah dalil soriih (jelas) tentang dihalalkannya mut’ah, (menurut perspektif syi’ah) kata “istamta’a” disitu berarti mut’ah, dan ujur berarti imbalan sebagai ganti dari istimta’yang diperoleh laki-laki dari pasangan mut’ahnya.

Jawab :
Ayat ini tidak berbicara tentang mut’ah sama sekali karena ayat ini masih berkaitan dengan ayat sebelumnya yang berbicara tentang hukum perkahwinan jadi tidak benar jika ayat ini dikatakan sebagai dalil mut’ah karena ayat ini masih berbicara tentang hukum perkahwinan. Dimulai dari ayat 23 Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :


حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Sekilas Tentang Pengkhianatan Syi'ah Dibalik Hancurnya Baghdad Dan Musnahnya Khazanah Keilmuan Kaum Muslimin

Sekilas Tentang Pengkhianatan Syi'ah Dibalik Hancurnya Baghdad Dan Musnahnya Khazanah Keilmuan Kaum Muslimin

Bagi para pemerhati sejarah, tentu nama 'Abbasiyyah tidaklah asing lagi yang dimana Abu Al-'Abbas yang bergelar As-Saffah mendirikan Negara Islam yang merupakan batu pertama berdirinya Khilafah Islamiyah terbesar, yaitu Dinasti 'Abbasiyah.
Masa Bani 'Abbasiyah sering disebut-sebut sebagai Masa Keemasan Islam, pada masa ini geliat intelektual dan perkembangan peradaban Islam mencapai puncaknya. Karakteristik pemerintahan yang diwarnai corak keislaman tersebut menorehkan prestasi luar biasa yang dicatat oleh tinta emas sepanjang sejarah manusia. Seiring berjalannya waktu ketika Dinasti 'Abbassiyyah mulai melemah, musuh-musuh Islam pun segera memanfa'atkan keadaan tersebut untuk menghancurkan Kaum Muslimin.

Dalam menjalankan niat jahat tersebut, kaum busuk syi'ah yang merupakan sekutu mereka turut andil dalam menumpahkan Darah Kaum Muslimin dengan pengkhianatan-pengkhianatan yang mereka (kaum syi'ah) lakukan.
Adalah Nashiruddin Ath-Thusi, salah satu dari ribuan tokoh syi'ah yang sangat berjasa dalam membunuh Kaum Muslimin, membumi-hanguskan rumah-rumah mereka dan memusnahkan khazanah keilmuan mereka hingga Baghdad pun menjadi lautan darah.
Inilah yang menjadi tema note kali ini, dan ketahuilah wahai Kaum Muslimin, bahwa pembahasan ini adalah masih satu dari ribuan pengkhianatan-pengkhianatan syi'ah terhadap Islam! Dan bila kita paparkan semua pengkhianatan-pengkhianatan mereka satu persatu, maka jangankan note ini atau-pun perpustakaan terbesar di dunia, bahkanLAUTAN pun tidak akan sanggup menampungnya! Saksikanlah wahai Kaum Muslimin, Aku bersumpah dengan Nama Allah Yang Maha Adil, bahwa kejahatan mereka (kaum syi'ah) adalah sangatNYATA.
Dan tulisan berikut ini banyak saya ambil dari salah satu bab dari Kitab DR. Imad Abdus Sami'

Husain yang berjudul
خيانات الشيعة وأثرها في هزائم الأمة الإسلامية
Dan tentu kami juga akan menghadirkan referensi dari kitab-kitab syi'ah sendiri yang menjadi saksi dan bukti yang nyata akan kebusukan mereka.
خيانات نصير الدين الطوسي الشيعي

Jumat, 27 November 2015

NAMA PESANTREN SALAFIYAH BESERTA TEMPATNYA

NAMA PESANTREN SALAFIYYAH BESERTA ALAMATNYA

"Bisa Karena Terbiasa"

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Pesantren Ahlusunnah Waljamaah Yang Bermanhaj Salaf

DAFTAR ALAMAT PESANTREN SALAFI

SYI'IR IMAM ASY-SYAFI'I RAHIMAHULLAH YANG DISALAH GUNAKAN RAFIDHAH

SYI'IR(SYAIR) IMAM SYAFI'I YANG DISALAH GUNAKAN RAFIDHAH


Ini syi’ir Imam Syafi’i yg sering di Mutilasi oleh Para Mahluk Rofidhoh untuk menipu dan menjebak orang awwam untuk masuk agama Syi’ah :

“Apabila sebutan Rofidhoh itu dipruntukkan bagi pecinta keluarga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ,, maka saksikanlah wahai Jin dan Manusia bahwa sesungguhnya Aku adalah Rofidhoh.”  
lihat disini : http://www.facebook.com/groups/108661519162357?view=doc&id=228256453869529   1476762_10201216862329647_2027166840_n
Namun bagaimana duduk perkara dan bunyi lengkap serta kelanjutan bait-bait Syair beliau ini? mari kita liat :

  الصواعق المحرقة على أهل الرفض والضلال والزندقة – (ج 2 / ص 388) إن كان رفضا حب آل …محمد … فليشهد الثقلان إني رافضي قال البيهقي وإنما قال الشافعي في ذلك حين نسبه

Minggu, 25 Oktober 2015

Mistik, Gangguan Jin & Syaithon Serta Cara Mengobatinya (Ruqiyah Syar'i)

Ringkasan Dunia Mistik , Gangguannya , Serta Cara Pengobatan Sederhana
Vicky Mardyansyah·2 Oktober 2015
Dunia Mistik (Dunia Syirik)
DUNIA MISTIK
Hakikat Mistik
Mistik adalah suatu fenomena yang terlahirkan dari alam gaib ke alam nyata hasil dari persekutuan antara manusia dengan setan melalui penyembahan atau peribadatan dengan ritual tertentu yang dilakukan oleh manusia (dukun, paranormal dan yang sejenisnya) untuk setan yang dengan sendirinya pada posisi ini sudah dipertuhankan oleh sang manusia, "Di sinilah letak kesyirikan dari mistik".

Penyembahan atau peribadatan yang dilakukan oleh sang dukun kepada setan tidak terbatas hanya pada sembah sujud atau pemberian sesajen saja, akan tetapi juga bisa dilakukan dengan melakukan hal-hal lain, seperti penghinaan kepada figur-figur suci Islam, ayat-ayat Al-Qur’an misalnya dengan cara mengotorinya atau menulisnya secara terbalik atau menginjak-injaknya dan lain-lainnya.
Mistik bisa berbentuk:
1. Informasi dari pihak gaib yaitu setan (seperti ramalan dan yang sejenisnya).
2. Hal-hal yang mempengaruhi pemikiran dan panca indera (seperti pelet, hipnotis dan pengadaan sesuatu tanpa asal muasal yang rasional).
3. Hal-hal yang menyebabkan kemudaratan tertentu dari penyakit sampai kematian (seperti teluh, santet, tenung dan yang sejenisnya).
4. Atau bentuk-bentuk lainnya yang sejenis.
Macam2 Kesyirikan Mistik
Seluruh bentuk mistik tidak mungkin didapatkan tanpa kesyirikan yaitu melakukan peribadatan kepada setan dalam berbagai bentuk.
Di dunia islam kabanyakan para tukang sihir memakai kamuflase dengan mempergunakan ayat2 alquran.
Berikut adalah beberapa bentuk mistik dan amal2 kesyirikan yang dilakukan untuk mendapatkannya.

Sihir
Dengan mempersembahkan peribadatan tertentu kepada setan,
maka seseorang bisa mendapatkan bantuan setan untuk mendapatkan hal-hal tertentu yang diinginkannya. Seperti;
1. Menceraikan antara sepasang suami istri,
2. Menjadikan seorang benci kepada selainnya atau sebaliknya,
3. Menjadikan seseorang mencintai orang lain,
4. Menyebabkan timbulnya suatu penyakit pada seseorang,
5. Mengelabui pemandangan dan lain-nya.
"Tetapi semua itu tidak bisa terwujudkan tanpa izin Allah".
Ada banyak jenis sihir, di antaranya adalah:
a)Teluh merupakan ilmu setan untuk mencelakakan orang lain atau pihak lawan.
b)Sihir mahabbah (penarik cinta/pelet). Rosulullah bersabda:
“… at-Tiwalah adalah syirik” (HR. Ahmad, Abu Dawud dengan sanad yang shahih).
At-Tiwalah adalah sesuatu yang digunakan seorang wanita agar selalu dicintai suaminya. "Perbuatan ini adalah syirik"
c)Susuk: adalah jarum emas, intan, dan sebagainya yang dimasukkan ke dalam kulit, bibir, dahi, dan sebagainya disertai mantra agar tampak menjadi cantik, tampan, menarik, manis, dan sebagainya.
"Teluh, pelet atau gendam dan susuk termasuk perbuatan syirik".
Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa membuat suatu ikatan, kemudian meniupnya, maka dia telah melakukan sihir. Dan barangsiapa yang melakukan sihir, maka telah berbuat syirik.” (HR. Nasa’i No. 4011)Pemujaan:
Pemujaan (pesugihan) adalah mempersembahkan sesuatu dalam bentuk apapun juga kepada makhluk gaib (setan) dari bangsa jin untuk mencapai suatu tujuan.
Sesuatu yang dimaksud di atas bisa dalam banyak bentuk di antaranya:

Tasyabuh , Ciri-ciri Tasyabuh, & Hikmah Larangan Tasyabuh

Apa Itu Tasyabuh , Ciri-cirinya dan Hikmahnya.

Vicky Mardyansyah·25 Oktober 2015

Tasyabuh adalah penyerupaan terhadap orang-orang kafir dengan seluruh jenisnya dalam hal akidah atau ibadah atau adat atau cara hidup yang merupakan kekhususan mereka (orang-orang kafir). ” Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa menyerupai suatu kaum, dia termasuk golongan mereka.”
(HR. Abu Dawud no. 4026 dengan sanad yang hasan. Lihat Jilbab al-Mar’atul Muslimah hlm. 203 karyaal-Albani) 
dan dalam riwayat lain :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. (HR. Abu Daud no. 4031 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 1/676)
“Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai kaum selain kami.” (HR. At-Tirmizi no. 2695)

Seorang muslim tidak diperbolehkan memakai pakaian yang tasyabuh (menyerupai) orang kafir, baik ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) maupun ‘ajam (Romawi dan Persia). Dalam prinsip agama Islam, kaum muslimin dilarang keras bersikap tasyabuh dengan orang kafir dalam hal ibadah, hari raya, pakaian, bahkan semua perkara, baik ushul maupun ahkam. Cukup banyak ayat yang melarang tasyabuh. Di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wata’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انظُرْنَا وَاسْمَعُوا ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad), “Raa’ina”, tetapi katakanlah, “Unzhurna”, dan “Dengarlah.” Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.” (al-Baqarah: 104)
Ibnu Katsir juga menegaskan tatkala menafsirkan surat al-Hadid ayat16, “Oleh sebab itulah, Allah Subhanahu wata’ala melarang kaum mukminin tasyabuh dengan mereka dalam segala urusan ushul dan ahkam.” Al-Imam Muhammad bin ‘Amir ash-Shan’ani rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan, siapa pun yang menyerupai orang fasik, orang kafir, atau ahli bid’ah, pada segala sesuatu yang menjadi kekhususan mereka, baik pakaian, kendaraan, maupun penampilan, dia termasuk golongan mereka.”
Para ulama berkata, “Apabila seseorang menyerupai orang kafir dalam hal pakaian dan meyakini bahwa dengan itu dia seperti orang kafir tersebut, dia kafir. Namun, apabila tidak ada keyakinan demikian, ada perbedaan pendapat di kalangan fuqaha. Ada yang berpendapat bahwa dia kafir, dan itu adalah zahir (teks) hadits. Ada pula yang berpendapat tidak kafir, hanya saja perlu diberi pelajaran.” (Subulus Salam 4/321 cet. I, Darul Fikr Beirut, 1992 M/1411 H)

Jika demikian berbahayanya masalah ini, kapankah seorang muslim dikatakan telah menyerupai orang kafir? Pertanyaan sangatlah penting terutama setelah kita jumpai sebagian orang yang dengan sangat mudah memvonis seseorang telah melakukan tasyabbuh/menyerupai orang kafir tanpa kaedah yang jelas.

Senin, 19 Oktober 2015

Ringkasan Tauhid

Ringkasan Tauhid Yang Sederhana dan Mudah Difahami

  Tauhid Tauhid (Arab :توحيد), adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah. Dalam pengamalannya ketauhidan dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa Sifat. Mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik (nanti juga akan sering dibahas) merupakan konsekuensi dari kalimat syahadat yang telah diikrarkan oleh seorang muslim. Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan rasulullah. 
  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ( imam Hanbali ) rahimahullah mengatakan: Orang yang mau mentadabburi keadaan alam akan mendapati bahwa sumber kebaikan di muka bumi ini adalah bertauhid dan beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala serta taat kepada rasulullah . Sebaliknya semua kejelekan di muka bumi ini; fitnah, musibah, paceklik, dikuasai musuh dan lain-lain penyebabnya adalah menyelisihi rasulullah dan berdakwah (mengajak) kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. 
  Orang yang mentadabburi hal ini dengan sebenar-benarnya akan mendapati kenyataan seperti ini baik dalam dirinya maupun di luar dirinya" (Majmu' Fatawa 15/25) Tauhid adalah suatu perkara yang secara makna artinya mengesakan Allah. Mengesakan Allah adalah mengesakan didalam hak hak Allah dan didalam sifat sifat yang menjadi kekhususan dan milik Allah. Dia lah satu satunya yang menghidupkan , mematikan, memberi rezeki, mengatur alam semesta. Ditangan Allah berada seluruh kebaikan. Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Seluruh makhluk tunduk kepada seluruh aturan Allah. Seluruh urusan adalah milik Allah. Dan kita wajib mengesakan Allah dalam segala urusan. Barang siapa yang mengalihkan segala sesuatu perkara kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik kepada Allah dan dia telah membatalkan tauhidnya. Diantara hak atau kekhususan Allah bahwa Allah itu Maha Esa,, diantara namanamanya yang indah , Dialah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang , Dialah yang Maha Suci , Dialah yang Maha Perkasa , Dialah Malik, Pencipta , yang berkuasa atas segala sesuatu. Allah memiliki nama nama yg mulia, maka berdoalah kepada Allah dengan menyebut nama namayNYA yang mulia. Berdoalah kepada Ar Rahman, sesungguhya Allah mendengar setiap doa. Diantara kekhususan Allah adalah mengesakan Allah didalam nama namanya yang Mulia.